Belajar "Copywriting", Yuk! [Episode 1]


  • Apa itu Copywriting? 

Copywriting adalah tulisan persuasif. Sederhanya copywriting adalah suatu tulisan positif mengenai suatu produk atau brand untuk menarik perhatian calon konsumen, sehingga dapat mendorong calon konsumen melakukan suatu tindakan yang kamu ingin mereka lakukan melalui teknik penulisan persuasif, contohnya seperti membeli produk atau brand yang kita tawarkan. Orang yang menulis copywriting adalah copywriter. 

Copywriting erat kaitannya dengan dunia bisnis, karena salah satu tujuan dari copywriting adalah untuk menghasilkan penjualan. Adapun beberapa tujuan dari copywriting seperti untuk memperkenalkan produk kepada audiens, untuk meningkatkan konversi penjualan, untuk menjangkau perasaan audiens, dan untuk menciptakan visual dalam kalimat iklan, sehingga audiens dapat mengetahui kelebihan produk.

  • Sejarah Singkat Copywriting di Dunia

Copywriting sudah ada sejak tahun 1477, hal ini bermula sejak zaman Babilonia dan munculnya cetakan pertama sebagai bentuk promosi untuk penjualan buku-buku doa. Pada awalnya, orang-orang mengaplikasikan tulisan pada poster yang berbahan kertas dengan ukuran yang besar. Pengaplikasian tulisan pada poster tersebut menggunakan bulu dengan tinta, lalu menempelkannya pada berbagai sudut tiang dan dinding. 

David Mackenzie Ogilvy adalah Bapak Periklanan Dunia yang lahir pada 23 Juni 1911 di West Horsley, Inggris. David Ogilvy telah menciptakan ratusan judul berita yang efektif dan di tahun 1975 beliau disebut sebagai “ahli sihir yang paling dicari dalam dunia periklanan”. Buku paling laris yang pernah diterbitkan oleh David Ogilvy adalah “Confessions of an Advertising Man” yang diterbitkan pada tahun 1962, buku ini telah mempengaruhi pandangan banyak orang tentang bisnis periklanan. Salah satu kutipan dari David Ogilvy adalah “Ketika saya menulis iklan, saya tidak ingin Anda memberitahu saya bahwa Anda merasa ‘kreatif’. Saya ingin Anda menemukannya sangat menarik, sehingga Anda membeli produk”.

  • Bagaimana Struktur Copywriting?
Kita tidak boleh sembarangan ketika sedang membuat copywriting. Mengapa demikian? Karena ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membuat copywriting yaitu struktur atau anatomi dari copywritung, tujuannya supaya hasil copywriting tersebut menjadi lebih efektif dan maksimal. Struktur atau anatomi copywriting ada 3 (tiga), yaitu:

Sumber: GoFood Indonesia

1. Judul (Headline)
        Judul diibaratkan sebagai kepala manusia. Judul merupakan struktur dari copywriting yang memiliki peran penting, judul berfungsi sebagai attention grabber. Judul berperan penting karena yang akan pertama kali dilihat oleh orang adalah judul. Jika orang lain merasa tidak tertarik dengan judul dari iklan tersebut, maka aka ada kemungkinan orang tersebut juga enggan untuk melihat isi dari iklan yang kita tawarkan.

2. Isi (Body Copy)
        Isi diibaratkan sebagai tubuh bagian tengah. Isi merupakan bagian inti atau bagian lebih lanjut untuk mempejelas judul, yang merupakan bagian dari berpromosi agar target (calon konsumen) tertarik dengan produk yang kita tawarkan. Pada bagian isi biasanya terdapat detail atau informasi dari produk yang ditawarkan.

3. Ajakan (Call to Action)
         Ajakan (call to action) diibaratkan sebagai bagian kaki. Seuai dengan namanya, ajakan berfungsi sebagai kalimat penegas dalam promosi produk yang kita tawarkan, dengan tujuan untuk mengajak target konsumen melakukan tindakan yang kamu ingin mereka lakukan.

  • Apa saja Formula dari Copywriting?
Supaya copywriting yang dibuat mendapatkan hasil yang lebih efektif dan maksimal maka ada beberapa formula copywriting yang harus diperhatikan, yaitu:  

1.  Attention, Interest, Desire, Action (AIDA)
2.  Problem, Agitate, Solution (PAS)
3.  Awareness, Comprehension, Conviction, Action (ACCA)
4.  Quality, Understand, Educate, Stimulate, Transition (QUEST)
5.  Picture, Promise, Prove, Push (PPPP)

  • Jenis-Jenis Copywriting

1. Brand Copywriting
Sumber: Yamaha Indonesia
Brand copywriting berfungsi untuk menyampaikan citra atau identitas dari brand tersebut. Dengan tujuan supaya konsumen ingat terhadap brand tersebut atau mudah dikenali oleh masyarakat luas. Contoh dari brand copywriting adalah slogan dan tagline. Jika ada yang menyebutkan tagline “Semakin di Depan”, maka sebagian besar orang akan mengingat brand Yamaha. Ini artinya, tagline tersebut berhasil membangun citra atau identitas dari brand tersebut.


2. Marketing Copywriting


Sumber: Tiket.com
Marketing copywriting berfungsi untuk menawarkan produk kepada konsumen dan meyakinkan calon konsumen agar mau membeli produk tersebut. Copywriter yang membuat marketing copywriting harus melakukan riset mengenai mengapa orang membutuhkan produk tersebut, agar tulisan yang dibuat dapat memasuki alam bawah sadar calon konsumen. Contoh dari marketing copywriting adalah email marketing, iklan, dan lain-lain.

Push Notification

3. Direct Response Copywriting
Direct response copywriting berfungsi untuk mendapatkan tanggapan langsung dari konsumen. Contohnya adalah push notification, chat dari customer services, landing page, dan lain-lain.     





4. Technical Copywriting

Tasya Farasya
Technical copywriting berfungsi untuk memberikan pemahaman leboh mendalam mengenai cara kerja dari produk tersebut. Mereka memberikan langkah-langkah dalam menggunakan produk tersebut, sekaligus memprosikan produk. Pada technical copywriting penulis copywriting ini bukan merupakan copywriter, melainkan seseorang yang dilatih atau mempunyai pengetahuan lebih dalam mengenai produk tersebut. Contohnya dari technical copywriting adalah beauty influencer, dll.

   

5. Search Engine Optimization (SEO) Copywriting
SEO copywriting berfungsi untuk menarik perhatian konsumen dengan cara copywriting yang dibuatnya harus sesuai kaidah SEO dan memaksimalkan kata kunci yang strategis agar konten yang dibuatknya unggul pada laman mesin pencarian.

  • Steps on do Copywriting!
Ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat copywriting, yaitu:

1.    Identifikasi Pelanggan (Buyer Persona)
Sebelum membuat copywriting, copywriter harus melakukan riset pelanggan supaya copywriting yang dibuat bisa tepat sasaran. Jika tidak melalukan riset pelanggan, maka aka ada kemungkinan kesalahan dalam mengidentifikasi pelanggan sehingga copywriting yang dibuat tidak tepat sasaran. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses identifikasi pelanggan adalah segmentasi geografis, segmentasi psikografis, segmentasi perilaku, segmentasi demografis, segmentasi media, dan segmentasi manfaat.

2.    Indentifikasi USP (Unique Selling Proposition)

Langkah selanjutnya dalam membuat copywriting adalah mengidentifikasi Unique Selling Proposition (USP). Unique Selling Proposition (USP) adalah suatu hal yang membuat produk lebih unggul daripada pesaingnya, sehingga membuat produk tersebut terlihat lebih menonjol jika dibandingkan dengan produk lain yang ada di pasaran. Oleh karena itu untuk membuat copywriting maka harus memperhatikan Unique Selling Proposition (USP) yang ada, dengan tujuan untuk membuat perbedaan yang jelas antara produk atau brand yang kamu tawarkan dengan competitor.

3.    Identifikasi Media

Sumber: WordStream

Melakukan identifikasi media atau platform yang akan digunakan untuk mempublikasikan copywriting adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan dalam membuat copywriting. Tujuannya supaya copywriting yang dibuat sesuai dengan kriteria para pengguna platform yang akan digunakan untuk mempublikasikan tulisan tersebut.

4.    Identifikasi Produk (Product Knowledge)

Melakukan identifikasi atau mempelajari produk merupakan hal yang penting dalam membuat copywriting. Bagaimana copywriter akan membuat copywriting, jika ia tidak mengetahui informasi tentang produk yang akan ditawarkan. Adapun informasi produk tersebut seperti latar belakang, komposisi, proses pembuatan, cara penggunaan, cara pemeliharaan, dan harga dari produk yang akan ditawarkan.

5.    Identifikasi Anatomi dan Formula Copywriting

            Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting ketika akan membuat copywriting adalah memahami anatomi dan formula dari copywriting, supaya tulisan yang dibuat menjadi lebih efektif dan maksimal. 

                  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar “Sosial Media Strategi: Key Opinion Leader (KOL) Marketing”, Yuk! [Episode 1]